Senin, 07 September 2009
UNESCO AKUI BATIK MILIK INDONESIA
Akhirnya dunia mengakui batik merupakan salah satu warisan umat manusia yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia. Pengakuan dan pengharagaan itu akan disampaikan oleh United Nations Educational Scientific and Culture Organization (UNESCO)Pengakuan tersebut akan dilakukan pada tanggal 28 September 2009 dan penghargaan resmi akan dilakukan tanggal 2 Oktober 2009 oleh di Abu Dabhi. Sumber Solo Pos 8 September 2009.
Minggu, 06 September 2009
SEPUTAR BATIK

Batik adalah kesenian menggambar diatas kain atau pakaian. Awalnya batik hanya dipakai oleh keluarga atau kerabat kerajaan, namun sesuai perkembangan kain batik tidak hanya dipakai oleh keluarga raja atau kerabatnya tetapi saat ini sudah menjadi kebudayaan yang dipakai oleh kalangan masyarakat luas.
Pada zaman dahulu bahan pewarnaan yang digunakan untuk membantik adalah dari campuran dari bahan bahan tumbuhan yang dapat membentuk warna namun perkembangan sekarang sudah menggunakan bahan obat yang merupakan bahan dari kimia, walaupun demikian saat ini pengarjin batik masih ada yang melestarikan bahan pewarna batik dari tumbuhan namun jumlahnya sangat sedikit.
Menurut sejarah perbatikan ini sudah dikenal sejak abad XVII di jaman Majapahit. Awalnya orang membatik menggunakan media daun lontar dan coraknya terbatas gambar binatang dan tumbuhan, tetapi sekarang sudah beragam.
Di solo (Surakarta) ada perkampungan batik yang terkenal yang mempunyai kualitas baik dan harga yang terjangkau yaitu kampung batik Laweyan dan kawasan wisata batik kauman. Selain itu di Solo juga bermunculan ide kreasi untuk menjadikan batik menjadi bahan sandal batik yang unik ada dapat melihat disini http://kiossandalbatik.blogspot.com
Akhir akhir ini batik diklaim Malaysia yang merupakan bagian dari budayanya, padahal jelas-jelas batik sudah merupakan budaya Indonesia.
Jumat, 03 Juli 2009
Selamat Ulang Tahun Pak Polisi
Pagi itu tepatnya pada hari Rabu tanggal 1 Juli 2009 sekitar pukul 07.00 Wib, aku perjalanan dari jemput adikku di stasiun Solo balapan dengan tujuan rumah. Jujur aku tidak hafal jalan-jalan di Solo ini, maklum aku sudah lama merantau di kota lain. Sesampainya di perempatan pasar Nongko aku dihentikan oleh seorang Polisi, sebenarnya dua orang tetapi Polisi yang satunya sibuk mengatur lalulintas. Aku waktu itu tenang saja karena saya merasa punya STNK dan SIM. " Selamat pagi mas, ada surat-suratnya ? "ada pak, ini suratnya " aku menjawab, sambil menyerahkan SIM dan STNK dengan tenangnya. " Mas anda melanggar lalulintas, jalan ini satu arah mas". Bagaimanapun aku harus membela diri. "kok rambu larangannya nggak ada pak". Pak Polisi menjawab"Mas sebenarnya aku hanya ingin memberitahu anda saja, karena anda ingin tahu rambunya, silahkan anda balik arah lihat sebelum anda masuk pasar Nongko tadi disebelah kiri anda nanti lihat rambunya, and saya tunggu disini surat-suratnya nanti saya serahkan anda". Setelah saya balik ternyata benar sebelum sampai pasar nongko ada rambu larangan, sehingga aku seharusnya belok kekiri memutar lewat sebelah selatan pasar Nongko, namun aku lurus. Selanjutnya saya menemui pak Polisi tadi, selanjutnya saya minta maaf kepada pak Polisi, selanjutnya surat-surat kendaraan dikembalikan kepada aku tanpa ditilang, aku hanya diperingatkan saja. Ternyata masih ada pak polisi yang baik dinegeri ini batinku.Terima kasih pak Polisi selamat ulang tahun Bhayangkara ke 63.
Rabu, 01 Juli 2009
Sejarah Kota Surakarta (Solo)
Kota Surakarta didirikan pada tahun 1745, ditandai dengan dimulai pembangunan Keraton Mataram sebagai ganti keraton di Kartasura yang hancur akibat pemberontakan orang-orang Tionghoa melawan kekuasaan Pakubuwono (PB) II yang bertakhta di Kartasura pada tahun 1742. Pemberontakan ini bahkan mengakibatkan PB II menyingkir ke Ponorogo, Jawa Timur.
Dengan bantuan VOC, pemberontakan dapat ditumpas dan Kartasura direbut kembali, tapi keraton sudah hancur dan dianggap "tercemar". Sunan Pakubuwana II lalu memerintahkan Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung Mangkuyudan serta komandan pasukan Belanda J.A.B van Hohendorff untuk mencari lokasi ibu kota Kesultanan Mataram yang baru. Untuk itu dibangunlah keraton baru 20 km ke arah tenggara dari Kartasura, pada 1745, tepatnya di Desa Sala di tepi Bengawan Solo. Kelak namanya berubah menjadi Surakarta. (Catatan-catatan lama menyebut bentuk antara "Salakarta"[1]). Pembangunan kraton baru ini menurut catatan menggunakan bahan kayu jati dari kawasan Alas Kethu, hutan di dekat Wonogiri Kota dan kayunya dihanyutkan melalui sungai. Secara resmi, keraton mulai ditempati tanggal 17 Pebruari 1945 (atau Rabu Pahing 14 Sura 1670 Penanggalan Jawa, Wuku Landep, Windu Sancaya).
Berlakunya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) menyebabkan Surakarta menjadi pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta, dengan rajanya PB III. Yogyakarta menjadi pusat pemerintahan Kasultanan Yogyakarta, dengan rajanya Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono (HB) I). Keraton dan kota Yogyakarta mulai dibangun pada1755, dengan pola tata kota yang sama dengan Surakarta yang lebih dulu dibangun.
Perjanjian Salatiga 1757 memperluas wilayah kota ini, dengan diberikannya wilayah sebelah utara keraton kepada pihak Pangeran Sambernyawa (Mangkunagara I). Sejak saat itu, Sala merupakan kota dengan dua sistem administrasi, yang berlaku hingga 1945, pada masa Perang Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Sumber http://id.wikipedia.org
Dengan bantuan VOC, pemberontakan dapat ditumpas dan Kartasura direbut kembali, tapi keraton sudah hancur dan dianggap "tercemar". Sunan Pakubuwana II lalu memerintahkan Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung Mangkuyudan serta komandan pasukan Belanda J.A.B van Hohendorff untuk mencari lokasi ibu kota Kesultanan Mataram yang baru. Untuk itu dibangunlah keraton baru 20 km ke arah tenggara dari Kartasura, pada 1745, tepatnya di Desa Sala di tepi Bengawan Solo. Kelak namanya berubah menjadi Surakarta. (Catatan-catatan lama menyebut bentuk antara "Salakarta"[1]). Pembangunan kraton baru ini menurut catatan menggunakan bahan kayu jati dari kawasan Alas Kethu, hutan di dekat Wonogiri Kota dan kayunya dihanyutkan melalui sungai. Secara resmi, keraton mulai ditempati tanggal 17 Pebruari 1945 (atau Rabu Pahing 14 Sura 1670 Penanggalan Jawa, Wuku Landep, Windu Sancaya).
Berlakunya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) menyebabkan Surakarta menjadi pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta, dengan rajanya PB III. Yogyakarta menjadi pusat pemerintahan Kasultanan Yogyakarta, dengan rajanya Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono (HB) I). Keraton dan kota Yogyakarta mulai dibangun pada1755, dengan pola tata kota yang sama dengan Surakarta yang lebih dulu dibangun.
Perjanjian Salatiga 1757 memperluas wilayah kota ini, dengan diberikannya wilayah sebelah utara keraton kepada pihak Pangeran Sambernyawa (Mangkunagara I). Sejak saat itu, Sala merupakan kota dengan dua sistem administrasi, yang berlaku hingga 1945, pada masa Perang Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Sumber http://id.wikipedia.org
Stasiun Solo Balapan
Neng stasiun balapan kota solo sing dadi kenang kowe karo aku... itulah sepenggal syair lagu yang dilantunkan oleh Didi Kempot. Hal itu setidaknya menggambarkan betapa terkenalnya stasiun solo balapan di kota Surakarta Jawa Tengah Indonesia.
Stasiun Solo Balapan adalah stasiun induk di kota Surakarta yang menghubungkan Kota Bandung, Jakarta, Surabaya dan Semarang. Stasiun ini didirikan oleh jaringan kereta api masa kolonial NIS pada abad ke-19 (tepatnya 1873) dan merupakan salah satu stasiun besar tertua di Indonesia (setelah Stasiun Semarang Tawang). Pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan Mangkunegara IV, dan merupakan stasiun untuk wilayah Kadipaten Praja Mangkunegaran. Stasiun besar di Solo untuk wilayah Kasunanan adalah Stasiun Solo Jebres.
Bangunan stasiun ini dirancang oleh Herman Thomas Kersten, seorang arsitek kenamaan beraliran Indisch. Setasiun Solo Balapan memiliki dua emplasemen, Utara dan Selatan. Emplasemen Selatan memiliki lima sepur/jalur sedangkan emplasemen Utara memiliki tujuh sepur. Emplasemen Selatan umumnya dipakai untuk pelayanan KA penumpang, sementara Emplasemen Utara lebih diperuntukkan untuk pelayanan KA barang dan pemberangkatan Kereta Api Senja Utama Solo. Ke arah timur, terdapat dua jurusan, rel arah ke utara menuju ke Semarang, rel ke timur menuju Surabaya. Di sisi timur setasiun terdapat segitiga pembalik (wye) yang memungkinkan rangkaian kereta api berbalik arah seluruhnya dengan menggunakan prinsip langsir. Sisi-sisi segitiga pembalik ini juga memungkinkan kereta api dari timur (dari setasiun Solo Jebres) untuk langsung ke utara / ke Semarang tanpa lewat setasiun Solo Balapan dan sebaliknya. Di dekat segitiga pembalik ini terdapat Depo BBM Pertamina, yang rel masuknya juga dari salah satu sisi segitiga pembalik ini.
Sumber: http://id.wikipedia.org
Stasiun Solo Balapan adalah stasiun induk di kota Surakarta yang menghubungkan Kota Bandung, Jakarta, Surabaya dan Semarang. Stasiun ini didirikan oleh jaringan kereta api masa kolonial NIS pada abad ke-19 (tepatnya 1873) dan merupakan salah satu stasiun besar tertua di Indonesia (setelah Stasiun Semarang Tawang). Pembangunannya dilakukan pada masa pemerintahan Mangkunegara IV, dan merupakan stasiun untuk wilayah Kadipaten Praja Mangkunegaran. Stasiun besar di Solo untuk wilayah Kasunanan adalah Stasiun Solo Jebres.
Bangunan stasiun ini dirancang oleh Herman Thomas Kersten, seorang arsitek kenamaan beraliran Indisch. Setasiun Solo Balapan memiliki dua emplasemen, Utara dan Selatan. Emplasemen Selatan memiliki lima sepur/jalur sedangkan emplasemen Utara memiliki tujuh sepur. Emplasemen Selatan umumnya dipakai untuk pelayanan KA penumpang, sementara Emplasemen Utara lebih diperuntukkan untuk pelayanan KA barang dan pemberangkatan Kereta Api Senja Utama Solo. Ke arah timur, terdapat dua jurusan, rel arah ke utara menuju ke Semarang, rel ke timur menuju Surabaya. Di sisi timur setasiun terdapat segitiga pembalik (wye) yang memungkinkan rangkaian kereta api berbalik arah seluruhnya dengan menggunakan prinsip langsir. Sisi-sisi segitiga pembalik ini juga memungkinkan kereta api dari timur (dari setasiun Solo Jebres) untuk langsung ke utara / ke Semarang tanpa lewat setasiun Solo Balapan dan sebaliknya. Di dekat segitiga pembalik ini terdapat Depo BBM Pertamina, yang rel masuknya juga dari salah satu sisi segitiga pembalik ini.
Sumber: http://id.wikipedia.org
Selasa, 30 Juni 2009
GOR MANAHAN KEBANGGAAN ORANG SOLO
Komplek Gelora (Gelanggang Olah Raga) Manahan Solo yang terkenal dengan sebutan GOR Manahan terletak di Kalurahan Manahan Banjarsari Surakarta.Di komplek ini terdapat sarana olah raga yang bertaraf internasional, diantaranya terdapat stadion Manahan (lapangan sepak bola), vilodroom untuk balap sepeda, lapangan tenis, lapangan bulutangkis, lapangan bola basket, lapangan soff ball, lapangan bola voly. Selain itu terdapat jogging treck yang dipergunakan untuk joging yang terletak disebelah barat vilodroom, juga terdapat refleksi kaki yang berbentuk batu-batuan yang dipasang runcingnya.
Disamping itu dikomplek ini terdapat pusat jajan yang oleh pemerintah kota Surakarta di tata disebelah barat dan sebelah utara yang berbentuk selter. Anda ingin coba jajan silahkan?
Disisi selatan satadion atau dipinggir jalan jalan Adi Sucipto, terdapat tempat duduk yang dihiasi lampu malam. Tempat inilah sering digunakan nongrong muda-mudi.
Pada malam minggu ramai lho club-club sepeda motor nongrong disana, mau ikut ? Yang membanggakan lagi rencananya stadion ini dipersiapkan upaca pembukaan SEAGAMES XXVI tahun 2011, hebat bukan ? ini bukan promo lho.
Tiap minggu pagi jangan harap anda bisa berolah raga di gelora manahan ini mengapa ? karena ditempat ini penuh sesak para pedagang yang menjual berbagai macam dagangan atau yang disebut sunday market.
Minggu, 28 Juni 2009
JANGAN KELIRU, PASAR NONGKO NGGAK JUAL NANGKA LHO
Apakah anda sudah tahu dimana letak pasar Nongko di kota Solo (Surakarta). Kalau anda belum tahu letaknya anda saya beri tahu, letaknya di sebelah utara kalurahan Mangkubumen Banjarsari Surakarta, diantara persilangan jalan RM Said dan jalan Hasanudin Surakarta. Saya tidak tahu bagaimana sejarahnya kok disebut pasar Ngongko. Tetapi anda jangan keliru lho pasar ini tidak ada yang jual nongko, tetapi pasar ini kebanyakan jualan sayur. Jangan salah pilih pasar ya ?
lihat juga www.usaha-yuk.blogspot.com
lihat juga www.usaha-yuk.blogspot.com
Langganan:
Entri (Atom)

